Tips dari ALTO Memudahkan Jamaah Menuju Haji Mabrur


Umat Islam di seluruh dunia bersuka cita menyambut datangnya hari raya Idul Adha. Di Indonesia, pemerintah resmi menetapkan hari raya Idul Adha 1436 Hijriyah jatuh pada tanggal 24 September 2015. Bagi umat Islam, hari raya Idul Adha memiliki makna istimewa karena dianggap sebagai lebaran kedua setelah hari raya Idul Fitri. Selain ibadah memotong hewan kurban, hari raya Idul Adha juga sangat berkaitan dengan ibadah haji. Oleh sebab itu, hari raya Idul Adha juga disebut sebagai “Lebaran Haji”.

Hari raya Idul Adha memang sangat erat kaitannya dengan ibadah haji karena puncak ibadah haji berlangsung tanggal 9 Dzulhijjah dan keesokan harinya pada pada tanggal 10 Dzulhijjah jatuhnya hari raya Idul Adha. Dari tahun ke tahun begitu banyak kloter haji diberangkatkan dari Indonesia. Kloter pertama dari Indonesia sudah berangkat dari akhir Agustus 2015 lalu. Agar ibadah haji berlangsung lancar selama di lokasi ibadah, berikut adalah beberapa tips yang perlu dilakukan para jamaah.

Pertama, periksakan kesehatan dengan rinci ke dokter yang biasa dikunjungi jamaah. Hal ini dilakukan agar dapat dideteksi kemungkinan penyakit dan masih ada waktu untuk mengatasinya. Apabila ada jamaah haji yang memiliki masalah kesehatan dan harus dalam perawatan dokter, disarankan agar membawa surat keterangan dokter. Surat ini lalu diberikan kepada dokter kloter atau rombongan. Hal ini dilakukan agar bisa dirawat dan diperhatikan terus oleh dokter kloter.

Kedua, bawalah persediaan obat yang cukup apabila jemaah haji mempunyai penyakit kronis dan memerlukan obat secara teratur. Hal ini diperlukan karena jamaah haji harus mempersiapkan kondisi kesehatan mereka selama berada di sana.

Ketiga, jagalah selalu pola makan. Sebab, makan tepat waktu sangat penting bagi jamaah haji. Selain itu, istirahatlah yang cukup, perbanyak minum air putih, dan makan buah-buahan untuk mengimbangi cuaca panas di sana. Belum lagi maraknya penyakit yang saat ini sedang mewabah di Arab Saudi, seperti MERS, dikhawatirkan bisa menyerang jamaah haji. Untuk mencegah, hal yang bisa dilakukan yaitu dengan rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun dan juga jamaah dihimbau untuk menggunakan masker.

Keempat, jamaah haji harus mempersiapkan diri dengan rutin berjalan kaki karena selama di sana akan banyak berjalan kaki.

Terakhir, bawalah ponsel ketika pergi haji. Ponsel merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi jamaah haji agar tetap bisa selalu terhubung dengan keluarga dan kerabat di tanah air. Selain itu, ponsel juga sangat membantu dan memudahkan komunikasi jamaah dengan ketua rombongan atau sesama anggota rombongan saat Haji. Tak perlu repot mengganti sim card provider lokal Arab Saudi, provider asal Indonesia juga sudah banyak yang menyediakan layanan roaming internasional ke Arab Saudi. Agar komunikasi di tanah suci tetap lancar, pastikan jamaah sudah mengisi pulsa yang cukup. Namun jamaah tidak perlu khawatir apabila pulsa habis ketika di tanah suci. Jamaah bisa meminta keluarga di tanah air untuk mengisikan pulsa. Untuk memudahkan pengisian pulsa, kerabat di tanah air bisa mengirimkan pulsa via aplikasi mobile M-Cash milik Koperasi NU (MABADIKU). M-Cash merupakan salah satu produk PT ALTO Network berupa aplikasi mobile yang dijalankan melalui Android dan Blackberry dan dapat menjadi alternatif media untuk menyimpan dana dalam bentuk mobile. M-Cash bisa digunakan untuk melakukan aktivitas pembayaran, misalnya listrik, air, maupun top up pulsa.

Demikian tips untuk para jamaah haji. Semoga para jamaah haji bisa menjadi haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat. Kami dari PT ALTO Network mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H”.