Tips Mudik Lebaran


Lebaran sebentar lagi, saatnya merayakan hari kemenangan setelah sebulan lamanya berpuasa. Mudik atau pulang kampung bukan suatu beban berat bagi yang kebetulan kampung halamannya bisa ditempuh dengan hitungan jam. Bagi sebagian besar pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan umum. Mereka memilih kendaraan umum baik udara, laut maupun darat. Menggunakan kendaraan umum selama diperjalanan dapat menghemat biaya perjalanan dibanding dengan kendaraan pribadi, namun juga ada resiko kemungkinan adanya tindakan kejahatan selama dalam perjalanan.

 

Alat transportasi umum yang biasa digunakan oleh sebagian besar pemudik adalah menggunakan angkutan udara. Berdasarkan data yang dirilis dari dinas perhubungan akan terjadi kenaikan jumlah pemudik lebaran pada tahun 2015 dibandingkan 2014. Jumlah tersebut diperkirakan naik 2,05% dari 4.043.769 orang (2014) menjadi 4.126.615 orang. Hal ini diimbangi penambahan armada di tahun 2015 yaitu 450 pesawat, dengan kapasitas 69.655 kursi/hari untuk luar negeri, dan 237.703 kursi/hari untuk dalam negeri. Jumlah pesawat naik dibandingkan tahun 2014 yang hanya ada 430 pesawat. Banyak pemudik yang mempertimbangkan memilih pesawat terbang daripada angkutan darat diantaranya adalah pertama karena tingkat kecelakaan di darat lebih tinggi, jadwal keberangkatan pesawat lebih banyak daripada kereta api, kemudian tidak seperti bus atau kereta api, mudik dengan pesawat bisa terbebas dari calo tiket, untuk mencetak tiket pun tidak terlalu sulit seperti yang lain. Banyaknya tiket promo pesawat juga merupakan hal yang menjadi ketertarikan para pemudik. Banyaknya bagasi juga mempermudah pemudik dalam membawa barang bawaan. Terakhir adalah menghemat banyak waktu di perjalanan. Disamping itu adanya teknologi sistem payment gateway yang ada sekarang ini juga mempermudah pemudik dalam pembayaran tiket baik pesawat maupun kereta api.

 

Alat transportasi yang biasa digunakan selanjutnya adalah angkutan laut. Berdasarkan data yang dirilis dari dinas perhubungan akan terjadi peningkatan pada tahun 2015 dibandingkan 2014. Jumlah tersebut diperkirakan naik 3% dari 1.628.655 orang menjadi 1.677.515 orang. Hal ini diimbangi penambahan armada di tahun 2015 yaitu 1264 kapal (termasuk 2 kapal TNI AL yang akan membantu bila pemudik tak terangkut kapal nasional) jumlah tersebut naik dibandingkan tahun 2014 yang hanya ada 1259 kapal.  Berbeda dengan pesawat, alasan pemudik menggunakan kapal laut adalah pertama karena keterbatasan kondisi ekonomi pemudik sehingga memilih transportasi umum yang lebih terjangkau.

 

Orang berbondong – bondong pulang ke kampung halaman. Sumber: majalahberita.com

 

 

Lalu, alat transportasi umum lainnya adalah kereta api. Berdasarkan data yang dirilis dari dinas perhubungan akan terjadi peningkatan pada tahun 2015 dibandingkan 2014. Jumlah tersebut diperkirakan naik 8,54 % dari 5.096.472 orang menjadi 5.531.868 orang. Hal ini diimbangi penambahan armada ditahun 2015 yaitu 370 rangkaian kereta yang naik dari jumlah tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 325 rangkaian kereta. Alasan pemudik menggunakan kereta api yang pertama adalah untuk pemesanan tiket sendiri juga lebih mudah karena bisa dilakukan secara online lewat website maupun lewat smartphone. Pembayarannya pun dipermudah dengan layanan yang ada di ATM dan mobile banking. Alasan lain adalah masalah keamanan dan kenyamanan. Misalnya tingkat kecelakaan dan kejahatan lebih rendah daripada angkutan transportasi lain seperti halnya bus. Terakhir adalah efisiensi waktu. Dibandingkan dengan menggunakan bus, alat transportasi kereta api jauh lebih efisien. Untuk jadwal keberangkatan dan jadwal tiba dipastikan tepat waktu. Berbeda dengan pesawat yang biasanya masih ada kendala delay untuk keberangkatan ataupun kendala macet apabila menggunakan bus.

 

Kios Tiket Mandiri membantu anda membeli tiket kereta api. Sumber: liputan6.com

 

 

Selain menggunakan transportasi umum, sebagian besar pemudik juga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil. Namun bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi harus mempersiapkan diri dengan baik karena pemudik akan menempuh perjalanan seharian maupun berhari-hari. Persiapan tersebut dapat meliputi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi. Berikut akan kami sampaikan untuk tips-tips mudik lebaran untuk penggunaan kendaraan pribadi.

 

 Mudik Lebaran Tanpa Uang Cash

Teknologi membawa banyak perubahan dalam masyarakat. Sebelum ada Anjungan Tunai Mandiri (ATM), saat pulang kampung menjelang lebaran banyak orang repot membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain untuk membeli kebutuhan sehari-hari, sudah menjadi tradisi di masyarakat kita untuk membagikan uang kepada sanak saudara ketika lebaran tiba.

 

Kini kesulitan untuk membawa uang tunai atau cash tidak terjadi lagi. Masyarakat yang menjadi nasabah bank bisa lebih mudah mengakses uang tunai di manapun berada. Pasalnya, adanya perubahan di ATM karena kini sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan penyedia jaringan ATM. Para pemudik tidak perlu gusar bila bank atau ATM banknya belum ada di daerah tujuan mudik. Kini, nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi, mulai tarik tunai hingga transfer di ATM bank lain, tentu dengan syarat, bank anda dan bank pemilik ATM tersebut berada dalam jaringan yang sama.

 

Cek kondisi kendaraan & perlengkapan kendaraan

Sebelum dipakai untuk mudik, lakukan pengecekan kondisi kendaraan anda di bengkel (tune up komplit, rem, ban, radiator, kipas/AC, dll). Untuk kendaraan mobil jangan lupa membawa perlengkapan mobil atau alat-alat mobil (tools kit) seperti dongkrak, tali derek, ban serep, kotak P3K, segitiga pengaman, kunci roda palang, senter, dll.

 

Istirahat di Rest Area

Jaga kondisi fisik jika sudah mulai lelah atau mulai ada rasa kantuk terutama bagi driver. Rest area dapat dimanfaatkan untuk makan minum, tidur/istirahat, dan keperluan mandi serta buang air. Maka dari itu disarankan untuk pemudik dan keluarga agar beristirahat di rest area apabila sudah lelah.

 

Membawa Bekal Makanan

Pastikan untuk membawa bekal makanan yang praktis dan bisa dimakan sambil terus berkendara.

 

Membawa obat-obatan

Membawa obat-obatan sangat penting untuk pemudik, sebagai persiapan jika dalam perjalanan terjadi mual, perut kembung, sakit kepala, dan lain-lain.

 

Kurangi kecepatan di perjalanan

Hal terpenting disaat kita mudik lebaran adalah berhati-hati dalam berkendara. Tidak perlu mengebut dan sebaiknya mengurangi kecepatan saat berhadapan dengan truk atau bus kota/antar propinsi. Karena keselamatan adalah hal terpenting dan pastinya keluarga ingin tiba di kampung halaman dengan selamat.

 

Kami dari ALTO Network Mengucapkan

banner-idulfitri