Dari NU, Oleh NU, Untuk NU


Di tengah persaingan ekonomi global, Indonesia patut berbangga diri karena ukuran ekonomi Indonesia termasuk yang paling besar di dunia. Indonesia kini menempati peringkat ke-16 dunia ditinjau dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Prestasi tersebut membuat Indonesia tergabung dalam forum 20 negara dengan PDB tertinggi di dunia atau biasa disebut Forum G-20. Bahkan, Indonesia menjadi satu-satunya wakil dari ASEAN dalam forum tersebut.

 

Namun demikian, Indonesia masih perlu berbenah agar tetap bisa bertahan di tengah lingkungan persaingan ekonomi global. Teknologi sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi menjadi hal utama yang perlu diperhatikan oleh Indonesia. Saat ini, penerapan teknologi di Indonesia, khususnya dalam aspek ekonomi, masih tertinggal dibandingkan dengan di negara-negara lainnya. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah mengenai sistem pembayaran. Tidak semua lapisan masyarakat bisa menikmati layanan sistem pembayaran.

 

Penasehat Ekonomi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Dr. Ir. Irnanda Laksanawan, M.Sc.Eng mengungkapkan hal serupa yang juga terjadi pada masyarakat Nadlatul Ulama (NU) saat ini. Permasalahan kemiskinan dan ketertinggalan akses teknologi sistem pembayaran masih dialami oleh masyarakat NU di Jawa Timur. Sebagai contoh, masyarakat NU masih menggunakan Western Union (WU) untuk mengirimkan uang. Teknologi yang lebih praktis dan murah seperti ATM tidak bisa mereka manfaatkan karena lokasinya yang jauh dari jangkauan. Ini membuat mereka harus rela dikenakan biaya yang lebih mahal untuk melakukan pengiriman uang lewat agen-agen WU.

 

Kenyataan di atas kemudian melatarbelakangi PWNU Jawa Timur untuk melakukan upaya pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin (sebutan untuk masyarakat NU) melalui Koperasi Mabadiku yang telah secara resmi terbentuk setahun lalu. Koperasi Mabadiku mempunyai mimpi untuk memberdayakan warga Nahdliyin. Warga harus punya kesempatan yang sama untuk dapat menikmati ekonomi global yang berbasiskan digital teknologi. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Koperasi Mabadiku bekerja sama dengan PT. ALTO Network (ALTO) untuk menyediakan sistem transaksi yang mudah, cepat, aman dan bernuansa NU. Kerja sama tersebut terwujud dalam implementasi aplikasi M-Cash.

 

M-Cash adalah aplikasi mobile yang didesain khusus untuk masyarakat NU dengan tujuan mempermudah melakukan transaksi keuangan dengan aman dan nyaman. Dengan konsep user-friendly, masyarakat NU dapat dengan mudah melakukan transfer dana, baik ke sesama pengguna M-Cash maupun ke rekening Bank melalui ponsel masing-masing. Lebih dari itu, M-Cash diharapkan dapat memajukan perekonomian masyarakat NU melalui pemanfaatan fitur-fitur di dalamnya. Dengan beragam fitur yang tersedia, masyarakat NU dapat mencoba peluang wirausaha melalui bisnis penjualan pulsa, menjadi tempat tarik tunai uang atau menjadi agen pembayaran tagihan, seperti: PLN dan PDAM.

 

Pada tanggal 21 Agustus 2014 yang lalu, bertepatan dengan acara Halal Bihalal PWNU Jawa Timur, M-Cash secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat NU. Dalam acara yang bertempat di Gedung PWNU Surabaya tersebut, dilakukan pula penandatanganan MOU/Sertifikat Kerja Sama oleh Koperasi Mabadiku dan ALTO. Koperasi Mabadiku diwakili oleh Bapak Irnanda Laksanawan selaku Ketua Umum Koperasi Mabadiku, sedangkan ALTO diwakili oleh Bapak Eric Gunawan selaku Presiden Direktur ALTO dengan didampingi Bapak Rudi Ramli selaku Komisaris ALTO. Setelah sesi penandatangan MOU, acara dilanjutkan dengan sosialisasi dan demo M-Cash oleh Tim ALTO. Tim ALTO juga menyediakan booth khusus di pintu masuk gedung untuk melayani dan membantu masyarakat yang ingin memasang aplikasi M-Cash di ponselnya.

 

Beberapa testimoni dari tamu Halal Bihalal PWNU yang menginstall aplikasi M-Cash mengatakan bahwa M-Cash sangat mudah digunakan dan menarik karena khas dengan nuansa NU. Semoga dengan tingginya antusias masyarakat NU untuk menggunakan M-Cash dapat mewujudkan visi PWNU untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat NU melalui pengaplikasian branchless banking. (The A-Team)